PRESS RELEASE : KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) MAHASISWA BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM UIN WALISONGO SEMARANG “Membangun Empati, Memahami Kesehatan Mental, dan Menghargai Kearifan Budaya Bali”

Bali, 17 April 2026

Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) UIN Walisongo Semarang telah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari di Bali dengan mengunjungi berbagai lokasi edukatif, budaya, spiritual, dan kesehatan mental guna memperluas wawasan akademik serta memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon penyuluh masyarakat.

Kegiatan KKL ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran teoritis, tetapi juga ruang refleksi sosial dan spiritual bagi mahasiswa dalam memahami realitas masyarakat secara langsung. Melalui rangkaian kunjungan yang dilakukan, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai pentingnya kesehatan mental, nilai budaya lokal, spiritualitas, solidaritas sosial, serta peran konselor dalam kehidupan masyarakat modern.

Salah satu kunjungan utama dilakukan ke Suryani Institute for Mental Health, sebuah lembaga kesehatan mental berbasis komunitas yang dikenal dengan pendekatan biopsikospiritual dalam proses pemulihan pasien gangguan jiwa. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pendekatan humanis, budaya, dan spiritualitas dalam menangani persoalan kesehatan mental. Mahasiswa juga mengikuti sesi meditasi dan relaksasi bersama Dr. Luh Ketut Suryani sebagai bentuk pembelajaran mengenai keseimbangan jiwa dan ketenangan batin. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada program pembebasan pasien pasung sebagai bentuk kepedulian terhadap hak dan martabat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Sebelumnya, rombongan juga melakukan kunjungan ke RSJ Menur Surabaya untuk mempelajari pelayanan kesehatan jiwa dan sistem pendampingan pasien secara profesional dan terintegrasi. Dari kunjungan tersebut, mahasiswa memahami bahwa penanganan kesehatan mental membutuhkan kerja sama multidisipliner, dukungan keluarga, serta penerimaan sosial dari masyarakat.

Selain fokus pada kesehatan mental, kegiatan KKL juga mengangkat nilai budaya dan spiritualitas Bali melalui kunjungan ke berbagai destinasi budaya dan alam. Mahasiswa mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan dan Desa Adat Panglipuran untuk mempelajari filosofi kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung harmoni, kebersamaan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam melalui konsep Tri Hita Karana. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa budaya lokal memiliki kontribusi besar dalam menjaga kesehatan sosial dan psikologis masyarakat.

Mahasiswa juga mengunjungi Pantai Melasti sebagai ruang refleksi alam yang memberikan pengalaman ketenangan batin dan penyegaran mental. Dalam laporan reflektif mahasiswa, suasana pantai yang tenang dan harmonis membantu menurunkan ketegangan pikiran serta memberikan kesadaran mengenai pentingnya menjaga keseimbangan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan gala dinner di kawasan Pantai Jimbaran yang diisi dengan pertunjukan seni budaya Bali, kebersamaan mahasiswa, serta refleksi perjalanan akademik yang telah dilalui bersama. Momen tersebut memperkuat solidaritas, komunikasi interpersonal, serta rasa kekeluargaan antar peserta KKL.

Mahasiswa juga berkesempatan menyaksikan pertunjukan Tari Barong yang menggambarkan pertarungan simbolis antara kebaikan dan kejahatan. Pertunjukan tersebut memberikan pembelajaran moral mengenai pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Sebagai penutup perjalanan, mahasiswa mengunjungi pusat oleh-oleh Cening Bagus untuk mengenal produk kreatif masyarakat Bali serta mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kesejahteraan sosial juga dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi dan penghargaan terhadap kreativitas masyarakat.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini, mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Walisongo Semarang memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya pendekatan humanis, budaya, spiritualitas, dan empati dalam proses pendampingan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa menjadi calon penyuluh yang profesional, adaptif, serta memiliki kepekaan sosial dan kemampuan memahami persoalan masyarakat secara menyeluruh.

KKL ini juga menjadi pengingat bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung, interaksi sosial, dan refleksi kehidupan di tengah masyarakat. Dengan semangat pengabdian dan nilai-nilai kemanusiaan, mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.

Mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam UIN WALISONGO SEMARANG 2026

Kunjungan Ke Suryani Institute fot Mental Health
Kunjungan Ke Desa Adat Panglipuran
Kunjungan Pertunjukan Tari Barong

::::::::::::::::::::::::::::::
BPI It’s Amazing
BPI Berkarya Nyata
::::::::::::::::::::::::::::::

Official Social Media
IG : @bpiwalisongo
FB : Bpi Walisongo
Youtube : HMJ BPI UIN Walisongo
Website : hmj bpi uin walisongo
Email : [email protected]
Tik Tok : @hmjbpiuinwalisongo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *