PPP Mandiri Mahasiswa BPI UIN Walisongo Semarang: Mendampingi Bimbingan Perkawinan Sebagai Upaya Penguatan Kesiapan Calon Penggantin di KUA Tegal Timur
Tegal, 07 Januari 2026 – Mahasiswa Jurusan BimbinganPenyuluhan Islam (BPI) UIN Walisongo Semarang tengahmelaksanakan kegiatan Program Pengalaman Profesi (PPP) Mandiri di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegal Timur. Dalam kegiatan ini, mahasiswa terlibat aktif dalammembantu pelayanan bagi masyarakat di KUA Tegal Timur, salah satu nya pelayanan pra nikah bagi calon pengantin untukmelaksanakan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah.
Sebagai bagian dari prosedur wajib sebelum pernikahan, calonpengantin juga harus mengikuti kegiatan Bimbingan PerkawinanPra Nikah (Bimwin). Program ini merupakan salah satu upayaKementerian Agama melalui seluruh KUA untuk menekanangka perceraian sekaligus membekali calon pasangan denganpengetahuan dan kesiapan dalam membangun rumah tangga. Melalui Bimwin, diharapkan calon pengantin mampumembangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskannilai-nilai keislaman.
Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan di KUA Tegal Timur dipandu oleh dua penyuluh agama Islam, yakni Bapak Moh.Hatta, S.Ag. dan Ibu Kania, serta didampingi oleh mahasiswaPPP Mandiri UIN Walisongo. Keterlibatan mahasiswa dalammendampingi kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasandan pengalaman yang relevan dengan bidang keilmuanBimbingan Penyuluhan Islam.
Dalam isi penyampaiannya, Bapak Hatta menekankan peran dan tanggung jawab suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa seorang laki-laki memiliki kewajibanuntuk menafkahi istri dengan rezeki yang halal, baik sedikitmaupun banyak. Selain itu, perempuan juga memiliki kewajibanuntuk menaati peran dan tanggung jawabnya sebagai istri dalamrumah tangga. Hal tersebut selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Bapak Hatta juga memberikannasihat mengenai pentingnya menjaga keharmonisan rumahtangga dengan saling memahami karakter.
“Kelemahan suami ada pada mata yang dimana dia suami/laki-laki akan merasa senang jika melihat istrinya berpenampilanmenarik. Sedangkan kelemahan istri ada pada telinga nya, jikadiucapkan kata-kata manis maka istri/perempuan akan mudahluluh bahkan saat marah,” tegasnya.
Sementara itu, Ibu Kania menyampaikan penyuluhan mengenaimanajemen keuangan keluarga. Ia menjelaskan bahwaketidakstabilan ekonomi menjadi salah satu faktor penyebabtingginya angka perceraian. Oleh karena itu, calon pengantindibekali pemahaman tentang cara membedakan antarakebutuhan dan keinginan, serta pentingnya keterbukaan dalampengelolaan keuangan rumah tangga agar konflik dapatdihindari sejak awal pernikahan.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan ini, diharapkanpara calon pengantin dapat memahami dan mengamalkan materiyang telah disampaikan dalam kehidupan berumah tangga. Dengan demikian, tujuan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah dapat terwujud. BimbinganPerkawinan ini juga sekaligus pengalaman berharga bagimahasiswa BPI UIN Walisongo dalam menjalani Program Pengalaman Profesi Mandiri.
::::::::::::::::::::::::::::::
BPI It’s Amazing
BPI Berkarya Nyata
::::::::::::::::::::::::::::::
Official Social Media
IG : @bpiwalisongo
FB : Bpi Walisongo
Youtube : HMJ BPI UIN Walisongo
Website : hmj bpi uin walisongo
Email : [email protected]
Tik Tok : @hmjbpiuinwalisongo

